Minggu, 01 September 2013

Izinkan Aku Hidup (Episode 1 dari 14)


“Ivan…bangun!!!”

Berat sekali rasanya membuka mata dihari libur seperti ini. Pelan-pelan kucoba membuka mata mencari suara yang tega-teganya mengganggu sepagi ini. Kulihat Mamah sudah berpakaian rapi berdiri didepanku. Belum sepenuhnya kekuatanku terkumpul, langsung saja ku melompat dari tempat tidur menuju kamar mandi. Wah… bodohnya aku, melupakan keberangkatan hari ini. Untungnya tadi malam semua keperluanku sudah Mamah siapkan. Aku tinggal berangkat saja.
“Tasmu sudah dalam mobil, cepat berangkat.”
“Mamah ga nganter?” tanyaku.
“Ngga, Mamah ga mau nangis.”
“Wah, Mamah….sesayang itukah Mamah padaku,” canda manjaku sambil berjalan menghampiri kemudian memeluknya.
Matanya berbinar saatku peluk tubuhnya. Ada rasa ketidak tegaan dihatiku meninggalkan Mamah sendirian. Sekali lagi, kupeluk tubuhnya lebih erat, binar dimatanya kini pecah jadi airmata yang menetes dipipi. Wajar kalo Mamah menangis begitu, karna terhitung sejak hari ini sampai 2 tahun kedepan kami tak akan bertemu.
“Cepat berangkat, nanti Ivan ketinggalan pesawat!!!”
“Hati-hati, jaga diri baik-baik, jangan bandel, Ivan harus konsentrasi belajar ga boleh pacaran, disana harus nurut sama Om kamu,” lanjut Mamah menasehatiku.
***
Sekarang aku berada dibenua eropa untuk melanjutkan study. Oh iya, disini aku belajar bukan sebagai mahasiswa tapi hanya seorang siswa. Melewati 2 tahun disini dengan cepat dan kembali keindonesia, itulah keinginanku saat ini.

Hari-hari berlalu, rutinitasku disini tak ada yang mengesankan. Ingin rasanya buru-buru pergi dari keasingan ini. Pernah ada niatan berontak ke Mamah, tapi tak sampai hati aku melakukannya. Itu hanya akan membuatnya kecewa. Mamah berharap aku berprestasi disini. Percuma rasanya bebas kalo Mamah akhirnya kecewa padaku.

Lambat sekali waktu berjalan, ruang gerakku semakin hari semakin sempit. Kalau bukan buku pasti laptop yang menemaniku. Hanya itu yang mengisi hari-hariku. Oh Tuhan, aku merasa saat ini sedang diuji.
Seperti biasa, hampir setiap pagi kuberlari mengejar bis sekolah. Dan pagi ini adalah kesialan yang teramat sangat terjadi padaku, bis sekolah benar-benar penuh. Mungkin karna kedatangan siswa baru. Susah rasanya bernafas ditengah himpitan orang-orang besar disekelilingku. Baru beberapa menit menikmati perjalanan, bisnya kembali berhenti. Ya ampun, semerana inikah hidupku!!! Keluhku.

Bis sekolah kembali melanjutkan perjalanan, samar-samar kulihat gadis yang baru naik tadi berdesakkan mencari tempat duduk. Anak itu pasti siswa baru? pikirku.

Sebenarnya aku sudah berniat untuk tak menghiraukannya. Na’asnya aku. Gadis itu berjalan menuju kearahku. Dan, ya….! Dia berdiri tepat dihadapanku.

Karna dia perempuan jadi aku mengalah, membiarkannya menduduki kursiku. “Hi…sit here,” ujarku sambil berdiri.
“Makasih.”
“Kamu dari Indonesia?”
“Iya.”
Spontan aku mencubit pipinya, berteriak kesenangan, membuat penumpang lain melihatku sinis. Tatapan mereka seperti sedang mengintrogasi. Aku hanya tertunduk malu. Sepertinya teriakanku mengagetkan mereka.
“Maaf ya….”
“Disini aku bener-bener ga punya temen. Pas ketemu sama kamu, rasanya kaya lagi menang undian berhadiah. Ga kebayang senengnya,” gurauku padanya, “Kamu siswa baru ya?” lanjutku.
“No…no… no… Aku sudah satu tahun disini,” sahutnya tertawa.
“Oh jadi ceritanya kita satu angkatan ya.”

Gadis itu hanya menganggukkan kepala. Sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan yang benar-benar pertama dalam hidupku.

====Bersambung===
thumbnail
Judul: Izinkan Aku Hidup (Episode 1 dari 14)
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait Baru :

1 komentar:

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - Contact - Privacy
Template Seo Elite oleh Bamz